Welcome Aerofasc Indonesia

What Do We Offer

Visit
Interested
Shared
Contact
email
Come straight
Register
A Fun Learning Pattern

Own building so as to provide its own comfort, experienced and professional teachers in their fields as well as maximum learning time

Supporting facilities

Uniform, educational material and direct practice. Insurance during education as well as extensive employment opportunities

Automatically Become Travel Tour Agent

In addition to printing into skilled workers in their field, you also have the opportunity to directly become a travel agent hastaco travel

Our Training Process

Our process of admiring new students is amazing
  • 1. Recruitment

    Admission of new students according to procedures and costs are affordable

  • 2. Training and class

    Training and classes include material briefing plus field practice at airports

  • 3.Travel agent training

    All students are equipped Hastaco travel agency training, this is a great opportunity

  • 4.Graduation

    Graduation of the end of training, you are ready to compete to become a skilled manpower

    3750

    Interested

    50

    Ready to Sign Up

    25

    Class Capacity

    123

    In queue

    Our Portfolio.

    Training institutions that have character, give birth to skilled workers who are ready to compete
    Showing posts with label DIKLAT GRAOUND STAFF | AIRLINE STAFF. Show all posts
    Showing posts with label DIKLAT GRAOUND STAFF | AIRLINE STAFF. Show all posts

    Tuesday, October 17, 2017

    Kelengkapan documen Paspor Visa Permit Fiscal

    DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF
     Kelengkapan documen Paspor Visa Permit Fiscal
    Dokumen perjalanan sangat penting bagi warga Negara Indonesia / orang asing untuk melakukan perjalanan ke suatu Negara.
    Jenis-jenis dokumen perjalan diantaranya :
    • Paspor 
    Dokumen resmi yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah bagi warga negaranya / orang asing yang tidak memiliki status kewarnegaraan namun berdomisili dinegara dimana paspor itu dikeluarkan. Baca juga syarat penerimaan siswa baru

    Paspor berisi hal-hal sebagai berikut :
    1. Data pribadi pemiliki / pemegang paspor 
    2. Foto pribadi pemegang paspor 
    3. Tempat / tangga; lagir pemilik paspor 
    4. Pekerjaan / jabatan pemegang 
    5. Masa berlakunya paspor 
    6. Tanda tangan dan cap tangan instansi yang mengeluarkan paspor
    Syarat-syarat untuk mendapatkan paspor :
    1. Screening 
    2. Mengisi formulir 
    3. Menyerahkan formulir ke loket permohonan paspor 
    4. Foto dan cap sidik jari 
    5. Wawancara
    • Visa
    Visa adalah garansi perjalanan yang menerangkan bahwa pembawa / pemilik paspor /visa diperbolehkan memasuki kembali Negara yang memberikan visa tersebut.

    Cara untuk mendapatkan visa harus mengunjungi kedutaan besar Negara dengan membawa :
    1. Paspor yang masih berlaku 
    2. Tiket pergi-pulang 
    3. Foto ukuran 4×6 cm 
    4. Surat sponsor dari kantor bagi sudah bekerja 
    5. Biaya pembuatan visa
    • Exit permit 
    Exit permit adalah Izin bertolak / izin untuk meninggalkan Negara dimana seseorang berdomisili dengan tujuan berpergin kenegara lain
    • Exit reentry permit
    Exit reentry permit adalah izin bertolak dan kembali yang diberikan kepada warga Negara asing yang telah menjadi penduduk sementara di Indonesia yang hanya berpergian keluar negeri hanya untuk beberapa waktu dan kembali lagi ke Indonesia.
    • Health certivicate 
    Heakth certivicate adalah surat yang menerangkan bahwa orang yang namanya tercantum didalam surat tersebut sehat jasmani / rohani.

    • Fiscal 
    Fiscal adalah surat keterangan / tanda bukti telah membayar pajak sebelum meninggalkan Negara tempat seseorang berdomisili dan seseorang harus melunasi kewajibannya membayar pajak sesuai peraturan pemerintah yang berwenang. Baca juga syarat penerimaan siswa baru

    DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF
     Kelengkapan documen Paspor Visa Permit Fiscal

    Passenger Handling [2] Gate Cheker

    DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF
    Gate Cheker

    Petugas ini memasukkan data penumpang yang sudah masuk ke gate ke dalam komputer dengan cara memasukkan nomor tempat duduk penumpangnya.Dan setelah penerbangan petugas ini memberikan kartu imigrasi yaang sudah di sobek oleh petugas boarding colector kepada petugas imigrasi dn dihitung sesuai jumlah penumpang yang berangkat.
     
    Interprinter/Announcement
    Petugas ini bertugas mengeprin data manifes penumpang yang akan berangkat serta memberikan pengumuman seperti tetang kedatangan pesawat yang terlambat serta memberikan pengumuma tentang penumpang yang harus duluan masuk kedalam pesawat dan disesuaikan dengan warna boarding cardnya.Seperti penumpang yang butuh penanganan khusus “sakit” kemudian kelas bisnis lalu penumpang yang boarding cardny berwarna merah, biru,hijau dan yang terakhir berwarna coklat.
     
    Boarding door
    Petugas ini biasanya berjumlah dua orang petugas karena selain bertugas mengumpulkan boarding card penumpang yang akan masuk kedalam pesawat, petugas yang satunya lagi bertugas menghitung jumlah penumpang dengan alat penghitung agar jumlah dari awal hingga penumpang yang berangkat sama.

    Proses dan procedure lost and found
     
    • Petugas lost and found memberikan salam kepada penumpang ( greeting passenger ) yang akan melaporkan bagasinya yang hilang.
    • Selanjutnya petugas lost and found meminta penumpang menunjukkan ticket, passport, dan tag numbernya.
    • Kemudian petugas lost and found akan membuatkan property irregularity report (PIR) yang berisi informasi mengenai ciri – ciri tas yang hilang seperti merk, warna, ukuran, tanda khusus, dll.
    • Petugas lost and found akan menanyakan alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi oleh petugas lost and found apabila tas sudah ditemukan.
    • Setelah selesai membuat PIR, petugas lost and found dan penumpang akan tanda tangan serta tembusan PIR tersebut akan diberi kepada penumpang sebagai bukti apabila ia ingin meminta ganti rugi atas bagasinya yang hilang.
    • Data bagasi yang hilang, oleh petugas lost and found akan dimasukkan ke computer dan di tracing ke seluruh dunia agar apabila ada bagasi yang ciri – cirinya sama dengan bagasi yang hilang akan di kirim ke tempat yang mencari bagasi tersebut.
    • Pencarian bagasi tersebut dilakukan selama 14 hari, apabila lebih dari 14 hari bagasi tersebut belum diketemukan maka penumpang Dapat meminta ganti rugi kepada airlines.
    • Ganti rugi diberikan berdasarkan berat tas yang hilang berapa kg. besar ganti rugi per kg yang diberikan kepada penumpang, tergantung kebijakan dari airlines yang bersangkutan.
    • Apabila tag number penumpang hilang, maka petugas lost and found tidak membuatkan PIR kepada penumpang melainkan membuatkan lost of unchecked article report. Kertas laporan ini fungsinya hampir sama dengan PIR, yaitu laporan memeriksa bagasi hilang, hanya saja airlines tidak bertanggung jawab atas hilangnya bagasi tersebut sehingga penumpang tidak mendapatkan ganti rugi dari airlines.
    • Apabila bagasi yang hilang sudah diketemukan, maka petugas lost and found akan menghubungi penumpang dan penumpang tersebut akan mengembilnya dengan mengisi tanda bukti serah terima bahwa penumpang tersebut sudah mengambil bagasinya  

    DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF


    Passenger Handling [1]

    DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF
    PASSENGER HANDLING

    Prosedure keberangkatan penumpang :

    Setiap perusahaan penerbangan harus menginformasikan, perkiraan waktu berangkat (estimated time of departure ) dan perkiraan waktu tiba / datang ( estimated of arrival ) yang harus tercantum di dalam time table, reservation, maupun monitor / display sign board di bandara sehingga calon penumpang bisa mempersiapkan diri.

    Beberapa hal yang perlu disiapkan petugas check – in counter dibuka :
    • Passenger manifest ( passenger name list ) 
    • Boarding pass ( untuk manual ) 
    • Baggage claim tag 
    • Label / tag lainnya, seperti security tag, priority tag, fragile tag, group tag, name tag, chacked baggage tag, dsb. 
    • Excess baggage ticket 
    • Seat allocation untuk special seat 
    • Purser information 
    • From passenger baggage weight sheet 
    • From passenger transfer message 
    • Limited release tag.
    Hal pertama yang dilakukan penumpang ketika tiba di bandara adalah menuju ke check – in counter dengan membawa tiket, bagasi, dan tas tentengan ( kalau ada ). 
    Setelah memeriksa tiket, petugas check – in counter akan menimbang bagasi untuk melihat apakah ada kelebihan berat atau tidak. Bila lebih, dan petugas akan memberikan excess baggage tiket sebagai tanda bukti pembayaran kelebihan itu. Stelah proses ini selesai, ia akan memberikan boarding pass dan potongan baggage claim tag, serta mengembalikan sisa tiket ( cover tiket ). Dari check – in counter dimana penumpang dibantu untuk membayar airport tax dan fiscal, penumpang menuju ke pemeriksaan imigrasi, lalu ke boarding gate untuk menunggu boarding time.

    Untuk kenyamanan calon penumpang dan kelancaran kerja, para petugas check – in counter harus memperhatikan hal – hal sebagai berikut :

    • Penampilan harus rapi, murah senyum, dan ramah. 
    • Harus mengetahui tata car check – in, antara lain :
    1. Bagaimana cara memeriksa tiket, passport, visa, surat kesehatan 
    2. Cara mempersiapkan boarding pass 
    3. Cara mempersiapkan baggage claim tag 
    4. Cara membaca PNR atau PNL 
    5. Cara membuat excess baggage tiket seandainya penumpang mempunyai kelebihan berat atas bagasinya 
    6. Cara membaca buku TIM, ABC guide, TIMATIC ( travel information automatic )
    Proses dan procedure di check – in counter
    • Petugas mengucapkan salam ( greeting ) 
    • Penumpang menyerahkan dokumen perjalanan kepada petugas :
    • Passport 
    • Fiscal ( gratis bagi yang mempunyai NPWP ) 
    • Electronic ticket 
    • Visa 
    • Dalam passport penumpang dilihat foto penumpang tersebut apakah sama dengan penumpangnya dan identitas penumpang di passport dan visa harus sama. masa berlaku passport dan visa harus lebih 6 bulan, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah di negara tujuan. 

      Memasukkan nama penumpang di passenger list pada computer untuk mengetahui bahwa penumpang tersebut sudah melakukan reservasi sesuai dengan ticket yang ia miliki.
       
      Kemudian memasukkan data penumpang seperti genre penumpang, nomor seat penumpang, dsb.
    • Setelah itu keluar boarding pass untuk penumpang tersebut dan ditempelkan label tax seharga Rp. 150.000,- yang harus di bayar penumpang, apabila penumpang tersebut tidak mempunyai NPWP, maka penumpang tersebut juga membayar sebesar Rp.2.500.000,-
    • Kemudian petugas menimbang tas passenger :
    Apabila berat tas tersebut kurang dari 7 kg, maka tas tersebut bisa di bawa oleh penumpang itu sendiri dan menjadi tanggung jawab penumpang tersebut, tas seperti itu biasa disebut hand carry.
     
    Apabila berat tas tersebut lebih dari 7 kg, maka tas tersebut harus di jadikan bagasi. Free allowance bagasi yang didapatkan penumpang sesuai dengan kelasnya, yaitu business 30 kg, economi 20 kg, infant 10 kg, VIP 40 kg. berat tas penumpang tidak boleh melebihi free allowance, jika melebihi dari free allowance maka penumpang harus membayar excess baggage. Baca Juga Kelanjutan Pesenger Handling

    Setelah ditimbang, petugas check – in membuat tag baggage penumpang tersebut dengan memasukkan jumlah berat tas dan banyaknya tas. Kemudian tag baggage yang keluar, diambil tag numbernya dan di tempelkan pada bagasi sebagai identitas diri agar jika sewaktu – waktu bagasi tersebut terpisah dari pemiliknya, bagasi tersebut bisa cepat – cepat di berikan kepada pemiliknya.
     
    Tas penumpang juga diberi label sesuai dengan kelas, dan apabila penumpang tersebut merupakan kelas bisnis atau frequent flyer maka penumpang tersebut juga akan mendapatkan fasilitas lounge.

    Setelah semuanya sudah selesai dan semua dokumen – dokumen penumpang sudah diperiksa oleh petugas kemudian petugas check- in counter menunjukkan dimana gate   ( gate berapa ), nomor seatnya, jam keberangkatan, dan tag number bagasi pax tersebut.

    Proses dan Prosedur Di Boarding Gate

    • Among

    Petugas ini pertama kali ditemui sewaktu digate,karena berada didepan pintu gatenya. Pertama petugas ini harus mengucapakan salam terlebih dahulu lalu meminta dokumennyauntuk diperiksa ulang setelah tadi diperiksa oleh petugas check-in, apakah kartu imigrasi sudah mendapatkan cap dari petugas imigrasi atau belum dan menstepless kartu imigrasi dengan boerding passnya sambil mewawancarai penumpang.

    • Boarding Pass Colector
    Setelah petugas among, penumpang akan menemui petugas boarding pass colector,petugas ini bertugas merobek bording pass yang sudah disatukan dengan kartu imigrasi kemudian sobekan boarding passnya satu diberikan kepada penumpang dan yang satu lagi yang ada kartu imigrasinya diberikan kepada petugas gate checker setelah itu penumpang di berikan boerding card yang dosesuaikan dengan nnomor tempat duduknya.Serta mengarahkan penumpang sesuai dengan warna boarding cardnya, seperti warna biru da merah menunggu disebelah kanan dan warna cokelat dan hijau menunggu disebelah kiri. Baca kelanjutanya Passenger Handling Klik DISINI
    DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF

    CARGO HANDLING


    DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF
    CARGO HANDLING

    A. Defenisi Kargo dan pihak-pihak terkait
     
    Cargo adalah semua barang (goods) yang dikirim melalui udara (pesawat terbang), laut (kapal), atau darat (truk container) yang biasanya untuk diperdagangkan, baik antarwilayah/kota di dalam negeri maupun antarnegara (internasional) yang dikenal dengan istilah ekspor-impor

    Apa pun jenisnya, semua barang kiriman, kecuali benda-benda pos dan bagasi penumpang, baik yang diperdagangkan (ekspor-impor) maupun untuk keperluan lainnya (nonkomersial) dan dilengkapi dengan dokumen pengangkutan (SMU atau Air Way Bill) dikategorikan sebagai Cargo.

    Ada pihak utama yang terkait dengan pengiriman Cargo, yaitu pihak pengirim (shipper), dan atau penerima (consignee), pihak pengangkut, dan pihak ground handling dan atau warehouse operator. Shipper bisa berupa perorangan, badan usaha, dilakukan secara langsung tanpa perantara, atau melalui jasa ekspedisi pengiriman barang yang dikenal dengan istilah freight forwarder atau ekspedisi muatan kapal laut atau ekspedisi muatan pesawat udara. 

    Beberapa contoh perusahaan kelas dunia yang sudah mengklaim diri menerapkan konsep total logistic service antara lain Fedex, TNT, DHL, UPS, dan lain-lain. Untuk domestic ada Fin Logistic, MSA kargo, dan Republix Express (Repex Airlines). Sedangkan carrier bisa berupa cargo sales agent, cargo sales airline, airline/air charter yang juga berfungsi sebagai pengangkut Cargo. Baca juga persyaratan siswa baru
     
    Ada beberapa syarat prosedural yang harus dilakukan baik untuk mengekspor maupun mengimpor barang. Untuk mengirim barang, hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
    1. Bila seseorang ingin mengirim barang/kargo, yang harus dilakukan adalah mendatangi kantor cargo agent/freight forwarder dengan membawa barangnya. Di sana barang akan ditimbang dan diperiksa packingnya. Bila memenuhi syarat, maka akan dibuatkan dokumen Air Waybill (untuk pengiriman dalam negeri dibuatkan surat muatan udara). Biaya pengiriman bisa dibayar di muka (prepaid) atau di tempat tujuan (collect).
    2. Selanjutnya cargo agent atau freight forwarder akan datang ke area pergudangan, khususnya ke Acceptance Counter untuk memproses Cargo tersebut.
    3. Dokumen-dokumen pelengkap Cargo dibawa ke pabean untuk diperiksa dan disetujui. Bila memenuhi syarat, barang siap untuk dikirim.
    4. Selanjutnya barang disimpan dan di built up di gudang outbound sampai tiba waktunya untuk dinaikkan atau dimasukkan ke dalam cargo compartment pesawat.
    5. Tahap berikutnya adalah proses pengeluaran barang yang diterima, yaitu setelah barang diturunkan dari pesawat terbang, barang akan disimpan lebih dahulu di gudang impor dan gudang rush handling.
    6. Si penerima barang akan mendapatkan pemberitahuan tentang adanya barang kiriman (notice of arrival) berupa surat, email, atau melalui telepon dari petugas di gudang inbound.
    7. Consignee dalam hal ini bisa diwakili oleh freight forwarder, datang ke gudang inbound untuk melakukan proses pengambilan Cargo tersebut.
    8. Barang di gudang impor hanya bisa dikeluarkan setelah diperiksa (dinyatakan clearance) oleh pihak pabean dan pembayaran pajak dan atau bea masuk atas barang tersebut telah diselesaikan.
    C. Klasifikasi Cargo
     
    Berdasarkan cara penanganannya, Cargo dibagi ke dalam dua golongan besar,yaitu general cargo dan special cargo. Sementara itu, menurut ketentuan dari IATA HAM 810 April 1998 Annex A, 20th edition, January 2002 bahwa kargo dibedakan menjadi 3 jenis yaitu general cargo, special shipment (missal AVI, PER, HUM, VAL, DG, LHO, VUN, dll) dan specialized cargo products (misalnya express cargo, dan courier shipment).

    1. General cargo adalah barang-barang kiriman biasa sehingga tidak memerlukan penanganan secara khusus, namun tetap harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan aspek safety. Contoh barang yang dikategorikan general cargo antara lain : barang-barang keperluan rumah tangga, peralatan kantor, peralatan olahraga, pakaian (garment, tekstil), dan lain-lain.
    2. Special cargo adalah barang-barang kiriman yang memerlukan penanganan secara khusus (special handling). Jenis barang ini pada dasarnya dapat diangkut lewat angkutan udara dan harus memenuhi persyaratan dan penanganan secara khusus sesuai dengan regulasi IATA dan atau pengangkut. Contohnya yaitu live animals, human remain, perishable goods, valuable goods, dan dangerous goods.
     DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF

    Apron Area

    DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF
    APRON AREA



    Menurut Oxford dictionary, Apron Area yaitu “Hard-surfaced (tarmac, concrete, etc) area on an air-field, used for maneuvering and (un)loading aircraft.” Atau dengan kata lain, apron area adalah Daerah keras di lapangan udara yang digunakan untuk pergerakan dan bongkar muat pesawat.
     
    Ada dua cara penanganan pesawat di Bandar udara, yaitu turnaround arrangement dan transit arrangement. Turn around arrangement adalah penanganan bagi pesawat yang mendarat di kota tujuan akhir. Sedangkan transit arrangement adalah penanganan bagi pesawat yang mendarat di kota persinggahan atau transit.

    Kegiatan Apron berdasarkan IATA SGHA, yaitu SECTION SUBJECT CHECKED
    1. Representation and Accomodation —
    2. Load Control, Communications and Departure Control System √
    3. Unit Load Device Control √
    4. Passengers and Baggage —
    5. Cargo and Post Office Mail —
    6. Ramp √
    7. Aircraft Servicing √
    8. Fuel and Oil √
    9. Aircraft Maintenance √
    10. Flight Operation and Crew Administration —
    11. Surface Transport √
    12. Catering Services √
    13. Supervision and Administration —
    14. Security √
    Sedangkan Kegiatan Ramp Handling meliputi
    1. Aircraft Loading and Unloading
    2. Marshailing
    3. Parking
    4. Ramp to Flight Deck Communication
    5. Starting
    6. Safety Measures
    7. Moving Aircraft
    8. PETUGAS-PETUGAS APRON

    Adapun petugas-petugas yang bekerja di Area Apron, yaitu
    • Marshalling,
    Petugas pemandu parkir pesawat pada saat kedatangan.
    • Ramp Koordinator/Dispatcher,
    Petugas yang mengkoordinir seluruh kegiatan ground handling di apron.
    • Load Control,
    Petugas yang merencanakan alokasi pemuatan pesawat (pax, bag, cgo & mail).
    • Load Master,
    Petugas yang mengawasi pemuatan bagasi dan cargo sesuai dengan rencana.
    • Departure Control,
    Petugas yang mengontrol alokasi parkir pesawat dan membantu pesawat untuk melakukan pergerakan saat di apron.
    • GSE Operator,
    Petugas yang mengoperasikan Ground Support Equipment (GSE).
    • Aircraft Mechanic,
    Petugas yang melakukan perawatan teknik pesawat.
    • Wing Man,
    Petugas yang mengawasi posisi (sayap) pesawat agar tidak bertabrakan saat parkir/akan berangkat. .
    • Security,
    Petugas yang mengamankan pesawat dan kegiatan penanganan pesawat.
    • Porter,
    Petugas yang melakukan loading / unloading sesuai rencana pemuatan.
    • Aircraft Interior Cleaning,
    Petugas yang membersihkan bagian dalam pesawat,
     
    GROUND SUPPORT EQUIPMENT (GSE)
    Dan untuk memperlancar pekerjaan di bagian Ramp Handling, diperlukan beberapa peralatan pembantu pergerakan pesawat, penumpang dan cargo selama di darat (Bandar udara) yang dikenal dengan istilah GSE (Ground Support Equipment). GSE ini dibagi 2, yaitu :
    GSE (Ground Support Equipment)

    Baca Juga Persyaratan siswa baru

    DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF
    APRON AREA

    GSE GROUND SUPPORT EQUIPMENT

    DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF

    Setelah kita mengenal Ground Handling, kita juga akan dikenalkan pada Ground Support Equipment (GSE) yaitu peralatan-peralatan pendukung dalam kegiatan Ground Handling. 
    Ada dua (2) kategori untuk Ground Support Equipment (GSE) :
    • NON-POWERED EQUIPMENT ( 1 )
    • POWERED EQUIPMENT ( 2 )

    • NON-POWERED EQUIPMENT ( 1 )
    CHOCKS
    Chock digunakan untuk mencegah pesawat bergerak ketika parkir di apron atau di hanggar. Chocks diletakkan di depan dan di belakang roda landing gear pesawat. Chocks terbuat dari kayu yang keras atau karet yang keras biasa disebut juga towbar.

    BAG CARTS
    Kereta angkut (Baggage carts), digunakan untuk mengangkut cargo, excess baggage, mail, dan material lainnya dari terminal ke pesawat atau sorting facility. Carts dilengkapi dengan system pengereman dengan memblok roda sehingga tidak bergerak ketika akan disambungkan dengan balok untuk ditarik. Banyak kereta yang dilengkapi dengan penutup, kecuali untuk bagian yang menggunakan plastik dilindungi dengan terpal sehingga items terlindungi dari kondisi cuaca.

    DOLLIES FOR CONTAINERS AND PALLETS
    Trolli untuk container dan pallet digunakan untuk mengangkut muatan di container dan pallet. Dari keduanya memiliki inbuilt rollers atau roll untuk memudahkan di dalam mengangkut container dan pallet ke dalam space pesawat. Container dan pallet juga wajib dilengkapi dengan built-in fuses. 

    Mekanik rem bergantung kepada konstruksi blok roda ketika trolli diangkat ke atas atau sebaliknya. Trolli untuk container memiliki pola memutar untuk membuat container dapat berbalik arah secara langsung saat proses loading ke dalam pesawat. Semua bagian pada trolli, baik roda, pole, system pengereman, bagian sambungan haruslah sesuai prosedur.
    •  POWERED EQUIPMENT ( 2 )
    REFUELLERS
    Hydrant truck aircraft refueller, Aircraft refuellers biasa juga disebut fuel truck, atau hydrant truck. Fuel truck sendiri dapat mengangkut bahan baker sekitar 10,000 US gallons, fuel truck memiliki alat pemompa, penyaring, selang karet, dan peralatan lainnya. Sebuah hydrant cart bergerak ke pipeline network untuk menyediakan bahan bakar pesawat. Ada perbedaan yang signifikan antara hydrant system dengan fuel truck, hydrant system lebih menguntungkan karena fuel truck harus mengisi kembali secara berkala.


    TUGS AND TRACTORS
    Tugs dan tractors memiliki beberapa fungsi dan tujuan di dalam memberikan pelayanan pendukung di darat. Mereka digunakan untuk menarik atau menggerakkan alat-alat ground support yang mengalami kerusakan, termasuk bag carts, mobile air conditioning units, air starters, lavatory carts, and peralatan lainnya.

    GROUND POWER UNITS
    Ground power unit adalah kendaran yang mampu menyuplai tenaga ke pesawat yang sedang berada di parkir area. Ground power units juga memungkinkan dapat menyuplai jetway, mempermudah suplai energi listrik ke pesawat. Semua pesawat yang memiliki syarat 28V arus searah, dan 200V 400HZ arus bolak balik, energi listrik dibawa dari sebuah generator yang disambungkan ke pesawat lewat kabel yang sangat tebal. Kabel penghubung ini adalah standar untuk semua pesawat.

    BUSES
    Bis digunakan untuk mengangkut penumpang, dan memindahkan penumpang dari pesawat ke terminal, atau dari satu terminal ke terminal yang lainnya. Di beberapa Bandar udara bis hanya dapat digunakan untuk penumpang yang berada di lantai dasar, apabila berada di lantai 2 biasanya penumpang menggunakan garbarata, bis terkadang disebut sebagai mobile lounges.

    CONTAINER LOADER
    Loader untuk pesawat berbadan lebar (aircraft platform) digunakan untuk loading dan unloading cargo yang berada di container atau di pallet. Loader memiliki dua peron yang secara bebas mengangkat dan menurunkan. Container dan pallet saat di loader digerakkan dengan built-in rollers atau roda, dan diangkut ke pesawat melewati peron.

    TRANPORTERS
    Transporters adalah peron kargo yang memiliki konstruksi untuk membantu proses loading dan unloading. Tipe transporter tergantung pada load capacity container yang akan diangkut, dan berlaku juga untuk pallet serta transporter yang lebih besar.

    AIR STARTER
    Sebuah air starter adalah sebuah kendaraan yang dilengkapi dengan mesin gas turbin yang, selama menghidupkan pesawat membutuhkan udara seperlunya agar mesin pesawat dapat hidup. Selama kompresor tidak bisa bekerja sendiri mengantarkan udara yang cukup, udara disediakan oleh air starter. Air starter mengeluarkan udara dengan selang yang didekatkan ke pesawat.

    POTABLE WATER TRUCKS
    Potable water trucks adalah kendaraan khusus yang mengisi drinking water di tangki pesawat. Air disaring dan dilindungi dari beberapa elemen selama tersimpan di kendaraan. Sebuah pompa di kendaraan membantu menggerakkan air dari kendaraan ke pesawat.

    LAVATORY SERVICE VEHICLES
    Kendaraan lavatory service kosong dan mengisi dari lavatories onboard aircraft, kotoran yang tersimpan di tangki, kemudian dibersihkan dengan kendaraan ini, setelah tangki dibersihkan kemudian diberikan campuran air dengan disinfecting concentrate, biasa disebut blue juice. Beberapa Bandar udara memiliki kereta lavatory yang lebih kecil dan harus ditarik dengan penarik.

    CATERING VEHICLE
    Catering juga meng unloading minuman dan makanan yang tidak habis terkonsumsi, selain me loading makanan dan minuman yang baru untuk penumpang dan crew. Tipe makanan di antar dengan kereta yang distandarkan. Makanan dibuat di darat sesuai dengan banyaknya permintaan (apart from chilling or reheating).

    Kendaraan catering terbuat dengan lifting system, platform and an electro-hydraulic control mechanism. Kendaraan dapat mengangkat dan menurunkan, peron dapat menggerakkan ke depan pesawat.

    BELT LOADERS
    Belt loader adalah kendaraan yang menyediakan moveable belts untuk loading dan unloading baggage dan cargo. Sebuah belt loader digerakkan untuk membuka ruang di bawah pesawat, dikenal sebagai bin atau pit. Belt loader banyak digunakan pesawat kecil yang tidak dapat menggunakan container. Baggage tersimpan tanpa container melainkan dengan bulk loading.

    PASSENGER BOARDING STAIRS
    Passenger boarding stairs terkadang disebut tangga udara, digunakan untuk mengangkut penumpang dari darat ke kabin pesawat. Semenjak banyak pesawat yang memiliki pintu pesawat yang tinggi dari darat, tangga membantu penumpang naik dan turun dengan aman serta efisien. Ada beberapa tangga yang seperti eskalator sehingga mempermudah penumpang, ada juga tangga yang biasa saja. Banyak tangga yang dapat menyesuaikan ketinggian tangga dengan ketinggian pesawat.

    PUSHBACK TUGS AND TRACTORS
    Pushback tugs banyak digunakan untuk menarik pesawat dari runway menuju apron, begitu juga sebaliknya. Tugs ini sangat bertenaga karena memiliki mesin yang besar. Pushback tug juga bisa mendorong pesawat dalam beberapa situasi, seperti mendorong ke hangar. Ukuran tugs disesuaikan dengan ukuran pesawat. Beberapa tugs menggunakan tow-bar sebagai penghubung antara pesawat dengan tug itu sendiri. Selama menarik tugs menggunakan gear secara perlahan agar mempermudah dalam menarik pesawat.

    DE / ANTI-ICING VEHICLES

    Prosedur dari de/ anti icing, melindungi pesawat dari kebekuan akibat tertutup salju, dengan menggunakan kendaraan khusus yang memiliki tangan-tangan, seperti sebuah cherry picker untuk mempermudah akses masuk ke pesawat. Sebuah selang penyempot khusus mencairkan ice pada pesawat, juga mencegah penumpukkan salju selama berada di darat.
    DIKLAT GROUND STAFF | AIRLINES STAFF 

    Lowongan dibandara masih jadi primadona


    LOWONGAN DIBANDARA
    Mendengar kata ‘kerja di bandara’ orang pasti langsung berpikir tempat parkir pesawat, atau bahkan pilot. Padahal sebenarnya di bandara juga banyak profesi lain untuk membantu pesawat agar terbang sesuai jadwal dan tujuan.
    Sebagian besar profesi di bandara juga memberikan kompensasi yang cukup mengiurkan, sehingga bisa jadi pilihan bagi Anda yang ingin berkarir di dunia penerbangan.
    Tim Qerja mengumpulkan beberapa profesi menarik berikut ini yang bisa kita temukan di bandara. Baca juga syarat pendaftaran diklat graound staff 
    1. Pilot
    Ini adalah profesi yang paling digandrungi di dunia penerbangan. Selain bergaji besar, pilot memiliki kemampuan menerbangkan pesawat yang tidak dimiliki semua orang. Pilot yang berpengalaman memiliki jam terbang yang tinggi dan dibayar cukup mahal.
    Pilot menempuh pendidikan di sekolah penerbangan. Setelah lulus, dia akan mengambil sertifikasi terbang (pilot license) dengan mengikuti ujian terbang yang diadakan otoritas penerbangan. Selama menjalankan penerbangan, pilot juga dibantu oleh co-pilot (first officer).
    2. Pramugari atau Flight Attendant
    Profesi ini tak hanya didominasi oleh perempuan karena banyak juga pemandu penerbangan pria. Mereka bertugas membantu pilot mendampingi penumpang selama perjalanan.
    Tak hanya membagikan makanan dan minuman serta melayani berbagai permintaan penumpang, flight Attendant juga berkewajiban membuat para penumpang merasa nyaman dan aman selama penerbangan. 
    Mereka bertugas mengajari apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat, dan memandu penumpang saat keadaan darurat tersebut terjadi. Maka dari itu mereka harus terlebih dulu mengikuti berbagai pelatihan untuk pertolongan pertama.
    3. Marshaller
    Saat pesawat mendarat di landasan pacu, seorang marshaller akan memberikan petunjuk kepada pilot untuk memarkirkan pesawatnya. Ketepatan dan keakuratan memberikan tanda adalah tanggung jawabnya. Apalagi badan pesawat yang besar membutuhkan keahlian dan kehati-hatian untuk memarkirnya di bandara.
    Tidak mudah menjadi pemandu parkir pesawat, karenanya marshaller membutuhkan pendidikan khusus. Juga ada tes tulis dan tes fisik untuk mendapatkan aircraft marshalling licesce yang dikeluarkan otoritas penerbangan sipil di Indonesia. Lisensi ini pun hanya berlaku selama dua tahun dan harus terus diperpanjang.
    4. Flight Operation Officer (FOO) 
    Profesi ini lebih dikenal dengan nama “The Captain On Ground” alias pilot darat. Di samping harus memiliki lisensi, pilot darat juga memiliki tugas mengoperasikan pesawat udara dan mengatur penerbangan dari darat.
    Bisa dibilang tugas FOO ini lumayan berat, karena mereka harus menghitung performance pesawat, menghitung keseimbangan pesawat (central of gravity), dan mendapatkan pembakaran bahan bakar yang paling ekonomis. FOO juga harus bisa menganalisis cuaca di bandara keberangkatan dan bandara tujuan. 
    5. Air Traffic Controller (ATC) 
    Profesi ini mengatur lalu lintas pesawat di udara dan memastikan pesawat tidak terbang terlalu dekat sehingga bertabrakan. Petugas ATC memperhatikan pergerakan pesawat dengan menggunakan radar, lalu akan memberikan informasi atau instruksi kepada pilot melalui komunikasi suara maupun data keadaan lalu lintas udara.
    Untuk menjadi petugas ATC, seseorang harus mengikuti pendidikan khusus di lembaga yang ada di bawah naungan kementerian perhubungan, misalnya Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang. Kerja ATC yang lumayan berat menyebabkan gaji mereka lumayan tinggi, malah ada yang mendapatkan 21 kali gaji setahunnya .
    6. Aircraft Maintenance Engineer (AME) 
    Profesi ini memiliki tanggung jawab menjaga status airworthinees (kelayakan terbang) suatu pesawat. AME adalah satu-satunya petugas yang berwenang menyatakan apakah pesawat tersebut telah siap dan bisa diterbangkan. Apabila terjadi kerusakan atau permasalahan di tubuh atau mesin pesawat, maka seorang AME lah yang bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan tersebut.
    Seorang AME bekerja berdasarkan dokumen resmi dan akan mencatat semua hal yang ada di pesawat di aircraft maintenance log book. Bahkan seorang pilot dan petinggi airlines pun harus patuh pada AME bila ternyata pesawat yang akan dibawanya dinyatakan tidak layak terbang. 
    Profesi ini berhubungan dengan memberikan pelayanan kepada customer yang akan menggunakan penerbangan, baik sebelum keberangkatan maupun saat tiba di tempat tujuan. Pelayanan yang dimaksud termasuk menangani bagasi penumpang, check in, loading dan unloading bagasi ke dan dari pesawat, termasuk juga menjual tiket. 
    Untuk menjadi ground staff dibutuhkan pendidikan selama setahun di sekolah pendidikan yang hampir sama dengan pramugari atau flight attendant. Tugasnya termasuk sangat penting, karena memastikan semua penumpang masuk ke pesawat dan data mereka terekam cukup lengkap.

    DIKLAT GRAOUND STAFF | AIRLINE STAFF 




    DIKLAT GRAOUND STAFF | AIRLINE STAFF


    We Are The Best Team

    Our process in educating a professional personality is characterized.

    Our web design team will spend time with our digital marketing team.

    Welcome
    Ground Staff | Airlines Staff

    Our web design team will spend time with our digital marketing team.

    We are ready to educate
    Decide right now, the future is an option

    Our web design team will spend time with our digital marketing team.

    Now it's time you joined
    Make your dreams come true and make it a reality

    Contact Us

    Feel free to inquire and contact us

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *


    Feel free To Contact

    If you are interested can come directly or contact us right now, because the limited class should never delay

    • Jl. Taman Nagoya BLock G 8/7 Purisuryajaya.
    • +6231-8011388, WA +6281-216067999
    • diklatgroundstaff@gmail.com
    • https://groundstaffdiklat.blogspot.co.id